Mengapa kamu rela saat ini kamu dijadikan lilin dengan dia yang telah hangat dengan selimut . mengapa kamu mau dijadikan lilin sedangkan dia tidak melihat saat kamu menyinari dirinya ? dan mengapa pula kamu mau menyala dan berusaha untuk menhangatkan dia saat dia merasa dingin , namun yang dia gunakan bukanlah kamu , namun selimut itu .
kamu sadar kamu hanya bagian yang tak berguna saat dia mersakan dinginya malam , kamu juga hanya mampu menyinari dia namun dia tak begitu merasakan sinar yang kamu berikan tulus untuk dirinya . sejak kapan kamu menjadi seperti ini ? aku tau kamu bukan lah lilin yang tak memiliki kegunaan .
mengapa kamu rela menjadi lilin yang hanya habis saat dia tak memperdulikan cahaya dan hangatnya dari api yang kamu nyalakn tulus untuknya ? . dia hanya menikmati selimut yang tidak mungkin juga tulus menyeelimutinya saat dingin datang . selimut itu bisa saja lepas dari dirinya dan tersingkir . tapi apakah rasa hangat dan cahaya mu bisa lepas dari ruangan yang kamu sinari ? tidak.
dulu , mungkin rumah itu selalu bersih tapi tak berpenghuni . sebenarnya itu rumah itu ada yang memiliki dan semua orang pun mengakui penghuni rumah itu ,ada sebuah cerita dulu .
saat itu rumah itu kosong dan tak berpenghuni tiba-tiba ada seorang yang berani memasuki rumah tersebut . seseorang itu merasa nyaman denganrumah kosong itu , setiap hari dia mengecat bagian dinding dengan warna yang senada sehingga menjadi indah dan seorang itu merasa nyaman dengan rumah itu.
selama bertahun-tahun seorang itu tinggal di rumah itu , namun malang menimpa rumah tersebut penghuni yang sudah mengukir indah pada setiap dinding rumah itu dia pergi dengan waktu yang tak diduga . disaat rumah itu sudah mulai tak terawat dan dalam kondisi yang perlu perbaikan seorang itu malah pergi . rumah itu pun kososng dan tak terawat. tragis memang . rapuh dan kotor .
rumah itu mungkin sangat sedih dan kecewa denga seorang tersebut , namun tiba-tiba seorang itu datang kembali dengan membawa kebhagian yang hanya sementara , wlwpn begitu rumah itu tetap menrima kehadiran seorang tersebut . kejadian itu berulang pada setiap kali nya .
untuk mu tuan : rumah itu selalu bersih dengan rasa sabar dan ikhlas yang terkadang rapuh untuk membersihkan semua sampah kenangan yang kamu bawa setiap kali kamu pulang , tuan maafkan saya jika saya si rumah yang tak bisa membuat mu nyaman untukkesekian kalinya . tuan , jika kepergian tuan itu membuat ku menjadi sebuah bangunan yang kokoh dan kuat . memang sulit mencari penghuni seperti mu tapi inlah dirimu tuan . mungkin rindu dan kenangan ini masih tersimpan rapih dalam laci yang aku tutup rapat agar tidak ada yang mengetahui betapa indah dan rindunya aku pada sosok seprti mu . Mungkin sekarang aku bukan lah tempat untuk mu pulang di saat kamu lelah , sekarang aku berubah menjadi musium hidup mu ,silahkan datang kemari saat kamu ingin berlbur akan aku buka laci itu untuk mu tuan . terimakasih .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar